Tanda Air Sumur Anda Sudah Tercemar dan Cara Memeriksanya
Tim Editorial GreenSkill Kualitas Air, Air Tanah, Sanitasi, Kesehatan Lingkungan, Pencemaran Air

Tanda Air Sumur Anda Sudah Tercemar dan Cara Memeriksanya

Air sumur yang tercemar bisa terlihat dari perubahan warna, kekeruhan, bau, atau rasa. Namun banyak pencemar berbahaya, seperti bakteri E. coli dan nitrat, tidak mengubah tampilan air sama sekali. Satu satunya cara memastikan air sumur aman diminum adalah menguji sampelnya di laboratorium dan membandingkan hasilnya dengan standar air minum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Apa Saja Tanda Fisik Air Sumur Tercemar?

TandaKemungkinan penyebabYang perlu dilakukan
Air kuning atau cokelat, meninggalkan noda pada kain dan keramikBesi atau mangan, sering berasal dari kondisi alami tanahUji kadar besi dan mangan
Air keruh setelah hujanRembesan air permukaan, dinding atau lantai sumur tidak rapatPeriksa konstruksi sumur, uji bakteri
Bau telur busukHidrogen sulfida dari aktivitas bakteriUji laboratorium
Bau seperti got atau tinjaRembesan limbah rumah tangga atau tangki septikHentikan pemakaian untuk minum, uji E. coli
Rasa logam atau payauKandungan mineral tinggi, atau intrusi air laut di wilayah pesisirUji TDS dan parameter kimia
Lapisan minyak atau bau bahan bakarKebocoran tangki atau saluran bahan bakar di sekitar sumurJangan gunakan airnya, laporkan ke dinas lingkungan hidup setempat

Tidak semua tanda berarti air berbahaya, dan air yang terlihat jernih belum tentu aman.

Pencemar Apa yang Tidak Terlihat?

  • Bakteri E. coli dan coliform. Menandakan pencemaran tinja. Dapat menyebabkan diare dan penyakit saluran pencernaan lain.
  • Nitrat dan nitrit. Dapat berasal dari rembesan tangki septik atau pupuk. Berisiko terutama bagi bayi.
  • Logam dan zat kimia tertentu. Dapat berasal dari kondisi geologi atau kegiatan industri di sekitar sumur.

Karena tidak terlihat, ketiganya hanya bisa dipastikan melalui uji laboratorium.

Standar Apa yang Dipakai untuk Air Sumur?

Air sumur yang dipakai rumah tangga dinilai dengan Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, yang mengatur air minum serta air untuk keperluan higiene dan sanitasi. Standar ini berbeda dengan baku mutu air limbah, yang mengatur buangan dari kegiatan usaha atau instalasi pengolahan limbah.

Beberapa parameter wajib air minum:

ParameterKadar maksimum yang diperbolehkan
Escherichia coli0 CFU/100 mL
Total coliform0 CFU/100 mL
Total zat padat terlarut (TDS)kurang dari 300 mg/L
Kekeruhankurang dari 3 NTU
Bautidak berbau
pH6,5 sampai 8,5
Nitrat (NO3)20 mg/L
Nitrit (NO2)3 mg/L
Besi0,2 mg/L

Air untuk keperluan higiene dan sanitasi, seperti mandi dan mencuci, memiliki ketentuan tersendiri dalam peraturan yang sama.

Bagaimana Cara Memeriksa Air Sumur?

  1. Catat tanda yang muncul. Kapan mulai terjadi, apakah setelah hujan atau banjir, dan apakah terjadi terus menerus.
  2. Periksa lingkungan sumur. SNI 2398:2017 menetapkan jarak minimal 10 meter antara sumur resapan tangki septik dan sumur air bersih. Periksa juga dinding dan lantai sumur, genangan air, tempat sampah, dan kandang ternak di sekitarnya.
  3. Gunakan alat ukur sederhana sebagai indikasi awal. TDS meter, pH meter, atau kertas uji membantu mengenali perubahan, tetapi tidak dapat mendeteksi bakteri.
  4. Uji di laboratorium. Hubungi laboratorium kesehatan daerah atau laboratorium lingkungan yang teregistrasi atau terakreditasi. Gunakan wadah dari laboratorium dan ikuti petunjuk pengambilan sampelnya, terutama untuk uji bakteri.
  5. Bandingkan hasil dengan Permenkes 2/2023. Pastikan laporan menyebut standar yang dipakai dan satuan setiap parameter.
  6. Uji ulang secara berkala, terutama setelah banjir, perbaikan sumur, atau pembangunan tangki septik baru di sekitar sumur.

Apa yang Dilakukan Jika Air Sumur Tercemar?

  • Gunakan sumber air minum lain sampai hasil uji ulang menunjukkan air aman.
  • Rebus air hingga mendidih jika masalahnya bakteri. Merebus tidak menghilangkan nitrat, logam, atau zat kimia.
  • Atasi sumber pencemaran, misalnya memperbaiki dinding dan lantai sumur atau memindahkan tangki septik yang terlalu dekat.
  • Konsultasikan desinfeksi sumur dengan sanitarian puskesmas, karena dosis bahan desinfeksi bergantung pada volume sumur.
  • Gunakan pengolahan yang sesuai untuk besi dan mangan, misalnya aerasi dan penyaringan.
  • Laporkan ke dinas lingkungan hidup jika dugaan pencemaran berasal dari kegiatan usaha di sekitar rumah.

Bagi Praktisi di Industri

Pencemaran air tanah di sekitar kawasan usaha sering berkaitan dengan pengelolaan air limbah. Di perusahaan, pengendalian ini menjadi tanggung jawab Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA). Pelajari perannya di artikel PPPA untuk Industri Farmasi dan Baku Mutu Spesifiknya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah air sumur yang jernih pasti aman diminum? Tidak. Bakteri E. coli, nitrat, dan beberapa zat kimia tidak mengubah warna, bau, atau rasa air. Keamanan air hanya bisa dipastikan melalui uji laboratorium.

Apakah merebus air sumur sudah cukup? Merebus hingga mendidih membunuh bakteri, tetapi tidak menghilangkan nitrat, logam, atau zat kimia.

Berapa jarak aman tangki septik dari sumur? SNI 2398:2017 menetapkan jarak minimal 10 meter antara sumur resapan tangki septik dan sumur air bersih.

Standar apa yang dipakai untuk menilai air sumur? Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk air minum serta air keperluan higiene dan sanitasi, bukan baku mutu air limbah.

Seberapa sering air sumur perlu diuji? Uji secara berkala dan setiap kali ada perubahan, misalnya setelah banjir, perbaikan sumur, atau munculnya tanda fisik baru.

Referensi

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Sumber: peraturan.bpk.go.id
  2. Badan Standardisasi Nasional. SNI 2398:2017 Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Pengolahan Lanjutan (Sumur Resapan, Bidang Resapan, Up Flow Filter, Kolam Sanita).

Artikel ini disusun dengan bantuan AI.