Skill Development - LCA untuk Industri 2026 Dari PROPER menuju Dekarbonisasi dan Carbon Strategy

Video Thumbnail
0:00 0:00
Kelas Oleh:
Hismiaty Bahua, S.T., M.T.
Hismiaty Bahua, S.T., M.T.
Certified GHG & LCA Specialis Researcher National Research and Innovation Agency (BRIN)
Deskripsi Kelas

Kelas ini mengajarkan metodologi Life Cycle Assessment (LCA) agar praktisi industri dapat mengukur dan mengelola dampak lingkungan produk secara menyeluruh, dari bahan baku hingga akhir siklus hidup.

Topik ini semakin mendesak seiring target dekarbonisasi nasional (SNDC), skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di bawah Perpres No. 110 Tahun 2025 dan Permen LHK No. 7 Tahun 2025, serta tekanan pasar ekspor melalui regulasi CBAM Uni Eropa. 

Materi dalam kelas ini mencakup pemahaman teoretis hingga teknis mengenai siklus hidup produk, antara lain:

  • Metodologi LCA (ISO 14040/14044): Empat fase inti LCA, penetapan tujuan dan lingkup, analisis inventori (LCI), penilaian dampak (LCIA), dan interpretasi hasil.
  • Aplikasi LCA untuk PROPER dan Green Strategy: Penggunaan LCA untuk eko-inovasi, green marketing, dan peningkatan peringkat PROPER dari Biru menuju Hijau/Emas.
  • Dekarbonisasi dan Carbon Strategy: Penyusunan roadmap dekarbonisasi berbasis hotspot emisi, dikaitkan dengan skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan alur SPE-GRK.
  • Studi Kasus Industri: Pembahasan kasus nyata seperti Mitra Stania Prima, Bridgestone, dan PLTU Biomassa dalam penerapan LCA dan dekarbonisasi.
Manfaat yang Didapatkan
  • Kesiapan Industri: Memahami cara merespons permintaan buyer terkait data carbon footprint produk dan menyusun roadmap dekarbonisasi yang kredibel, dibahas melalui studi kasus PLTU Biomassa di Modul 4.2.
  • Keunggulan Kompetitif: Menguasai strategi transisi peringkat PROPER dari Biru menuju Hijau/Emas melalui inovasi berkelanjutan dan efisiensi sumber daya, dengan contoh penerapan di Bridgestone dan Mitra Stania Prima (Modul 3.5).
  • Pemahaman Regulasi: Mendapatkan wawasan tentang EU CBAM, kewajiban pelaporan ESG/OJK, serta skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) berdasarkan Perpres No. 110/2025, termasuk alur SPE-GRK yang dibahas di Modul 4.3.
  • Pengambilan Keputusan Berbasis Sains: Belajar mengidentifikasi hotspot emisi secara presisi menggunakan hasil LCIA (Modul 2.4) untuk menghindari pemborosan biaya investasi lingkungan.
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?
  • Praktisi dan Peneliti Keberlanjutan: Ingin memperdalam keahlian di bidang Carbon Footprint dan dekarbonisasi industri, relevan dengan manfaat Pengambilan Keputusan Berbasis Sains.
  • Manajemen Perusahaan & Industri: Khususnya perusahaan yang menargetkan peningkatan peringkat PROPER atau berorientasi ekspor ke wilayah dengan regulasi karbon ketat seperti Eropa terkait langsung dengan manfaat Keunggulan Kompetitif dan Pemahaman Regulasi.
  • Pengambil Kebijakan Strategis: Bertanggung jawab menyusun rencana aksi mitigasi perubahan iklim di tingkat organisasi atau sektor publik, relevan dengan unit kompetensi penyusunan roadmap dekarbonisasi.
  • Profesional Muda dan Pencari Kerja: Ingin membekali diri dengan "green skills" agar lebih kompetitif di dunia kerja berbasis keberlanjutan.
  • Pelaksana LCA (internal maupun eksternal): Ingin memahami standar kompetensi BNSP untuk jenjang Praktisi hingga Eksekutif Manajemen Daur Hidup merujuk langsung ke tabel Unit Kompetensi di atas.
Alur Kelas

class
people-class

Hismiaty Bahua, S.T., M.T.

zoom-class

LCA

Pilih Pelaksanaan

Our Learning Hub

Mungkin Kamu Tertarik

dengan Course Lainnya?

Mungkin Kamu Tertarik dengan Course Lainnya?

Lihat Selengkapnya
Lihat Selengkapnya